Rabu, 11 September 2013

Survey Outlet

Dalam upaya kita untuk mengoptimalkan penjualan di wilayah yang kita tangani, salah satu 'tools'/alat untuk melihat potensi wilayah kita adalah melalui data Outlet Profile. Penjelasan terkait Outlet Profile ini bisa anda baca pada tulisan saya sebelumnya tentang Outlet Profile.

Dalam penjelasan sebelumnya, data outlet profile ini didapat melalui survey outlet yg kita lakukan diwilayah penjualan kita dalam rentang periode tertentu. Survey outlet ini merupakan kegiatan pendataan jumlah dan jenis outlet disuatu wilayah dengan tujuan antara lain :
  • Mendapatkan angka sebenarnya populasi dan distribusi outlet yang menjual produk kita dan kompetitor disuatu wilayah penjualan.
  • Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis - jenis outlet  untuk kita kelompokan dalam suatu data base.
  • Mengukur tingkat coverage dan distribusi produk kita dan kompetitor.
  • Mengidentifikasi potensi outlet-outlet yang belum menjual atau optimal menjual produk kita. 
  • Untuk CRM dan Program selling.
  • Untuk menyusun Permanent Journey Plan (PJP), recluster, reroadline dst.
Lalu siapa sebaiknya yg melakukan survey outlet ini?

Jawabannya tentu saja salesperson yg bertanggung jawab diwilayah tersebut. Dengan melakukan survey outlet ini diharapkan salesperson dapat lebih memahami kondisi dan potensi outlet yang berada diwilayah penjualannya.

Hal lain yang bisa  dilakukan dan kita dapatkan selain data-data dalam kegiatan survey outlet ini antara lain:
Langkah selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah terkait dengan pola perjalanan survey. Pola perjalanan survey ini harus disepakati/ditetapkan agar survey yg kita lakukan bisa optimal, sehingga tidak ada outlet yg terlewati.

Bentuk pola perjalanan survey bisa bermacam-macam, mulai dari Pola Acak (Random), Pola Hopscotch, Pola Cloverleaf, Pola Rata Kiri, dan sebagainya. Pola Perjalanan ini sebagian besar dibahas dan bisa anda baca di Aurora Operation Sales Blog pada Link yg saya rekomendasikan (Rekomendasi Link).

Disini yg akan kita bahas adalah Pola Rata Kiri, yang menurut saya pola yg paling mudah diingat dan dijalankan oleh kita sebagai orang lapangan.

Pola Rata Kiri ini adalah pola yang mengacu atau memprioritaskan semua yang ada di sebelah kiri, baik itu outlet maupun jalur atau jalan yg akan kita lalui.
Pola Rata Kiri

Untuk mudahnya kita bisa lihat gambar Pola Rata Kiri disebelah kanan. Disana digambarkan salesperson memulai surveynya dari poin 1 dalam perjalanannya dia hanya mendata outlet disebelah kiri, sesampainya dipoin 2 dia belok kiri melanjutkan hingga poin 3, dan sesuai kesepakatan pola rata kiri, outlet yg didata adalah outlet yg disebelah kiri.

Di poin 3 dia belok ke kanan (karena ngga ada jalan lain), dilanjutkan hingga poin 4. Karena di poin 4 ini adalah jalan buntu, maka salesperson tersebut balik arah, memulai kembali perjalanan dari poin 5 dilanjutkan ke poin 6 terus hingga poin 10.

Demikian sedikit penjelasan dari saya semoga bermanfa'at dan selamat melakukan survey.

Selasa, 10 September 2013

Dokter Yang Mempengaruhi Dunia

Setiap tahun TIME Magazine merilis daftar 100 orang yang mendapatkan penghargaan dalam list The TIME 100. Penghargaan ini diberikan karena mereka dianggap paling berpengaruh bagi dunia dari berbagai macam profesi sepert ; pemikir, pakar ekonomi, artis, pakar hukum termasuk juga dari pakar kesehatan.

Rick Stengel - Managing Editor majalah Time mengatakan,"The Time 100 is not a list of the most powerful people in the world, it's not a list of the most smartest people in the world, but it's a list of the most influential people in the world'.

Pada tahun 2008, salah seorang dokter dari John Hopkins University Amerika Serikat, dr. Peter Pronovost, mendapatkan penghargaan  The TIME 100 atas rekomendasinya bagi dunia kesehatan khususnya di Amerika Serikat.

dr. Peter Pronovost

Pada saat itu, 1 dari 10 pasien terindikasi infeksi saat mereka berada dirumah sakit dan menyebabkan kematian lebih dari 90.000 orang!.

Sejak tahun 2001, dr. Pronovost melakukan studi penelitian untuk mempelajari dan mencari penyebab kasus diatas, dan hasil penelitiannya menghasilkan sebuah rekomendasi yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal bergengsi.

Rekomendasi dr. Pronovost ini kemudian dijalankan diberbagai rumah sakit di Amrerika Serikat. Dan hasilnya sungguh luar biasa! Sebuah rumah sakit di Michigan  berhasil menekan angka infeksi yang menimpa pasien saat berada di rumah sakit, dari sebelumnya 2.7 per 1000 pasien menjadi Nol!!! Luar Biasa...

Dan tahukah anda apa yg di rekomendasikan oleh dr. Pronovost ini?


Jawabannya adalah Checklist!!!!

dr. Pronovost menyarankan agar setiap tenaga medis terutama para dokter, dilengkapi dengan semacam daftar tindakan untuk mengingatkan mereka tentang tahapan tiap prosedur perawatan dan pengobatan. Dengan tujuan agar setiap dokter tidak melewatkan hal-hal rutin namun penting dalam rangka mengurangi kesalahan medis.

Selama ini para dokter hanya mengandalkan ingatan, akibatnya hampir selalu ada tindakan dan tahapan yang terlewati. Dengan daftar checklist ini, kesalahan medis akibat kealpaan bisa dikurangi dan bahkan bisa dihilangkan.

Ide yg sederhana tapi hebat bukan!!!!!!!


Di adaptasi dari buku : Leadership 3.0, Ardhi Ridwansyah